Wednesday, 7 May 2014

Taman Tepi Danau saat Musim Dingin & di Dasar Danau saat Musim Panas


Taman Tepi Danau saat Musim Dingin & di Dasar Danau saat Musim Panas

Grüner See, secara harfiah berarti "Danau Hijau", adalah sebuah danau di Styria, Austria, dekat kota Tragöß (Tragoss), yang terletak di kaki pegunungan Hochschwab yang tertutup salju. Selama musim dingin, danau ini hanya sedalam 1-2 meter dan daerah sekitarnya digunakan sebagai taman desa. Saat musim dingin inilah sekitar danau menjadi situs favorit bagi pejalan kaki.



Tapi setelah suhu mulai meningkat pada musim semi, es dan salju di puncak gunung mulai mencair dan mengalir turun ke cekungan tanah di bawahnya. Danau Hijau ini akan "membengkak" hingga menelan seluruh wilayah sekitarnya termasuk taman. Selama musim panas, danau mencapai kedalaman maksimum sekitar 12 meter dan danau menjadi situs favorit bagi para penyelam karena pemandangan di dalam danau seperti dunia indah yang tenggelam.


Danau mendapat pewarnaan hijau yang khas, dan nama, dari rumput dan dedaunan di bawahnya, dan berkat salju segar yang mencair, air danau menjadi dingin dan jernih. Suhu danau musim panas sekitar 4 sampai 8°C, namun danau menjadi populer di kalangan penyelam yang dapat mengamati padang rumput hijau di zona tepi danau khususnya pada bulan Juni ketika level air danau berada pada titik tertinggi. Rumput alpine dan bunga padang rumput terlihat mekar penuh di bawah air. Bahkan  kita dapat melihat bangku-bangku, jembatan dan jalan setapaknya.

Sekitar bulan Juli, danau mulai surut dan saat kembali ke musim dingin, danau ini juga kembali ke ukuran aslinya dan taman yang terungkap kembali digunakan lagi oleh para pejalan kaki.














Ya! Semua Bunga dan Tanaman di Video ini berada di dalam air



Baca Juga:





Source:

Tuesday, 6 May 2014

Mansa Musa - Kaisar Terkaya yang Menyebabkan Devaluasi di Timur Tengah


Mansa Musa - Kaisar Terkaya yang Menyebabkan Devaluasi di Timur Tengah

Anda pernah mendengar tentang kekayaan yang luar biasa dari Bill Gates, JP Morgan, dan Sultan Brunei, tetapi apakah Anda pernah mendengar tentang Mansa Musa?, salah satu orang terkaya yang pernah hidup? Bahkan dikabarkan adalah orang terkaya di muka bumi dalam catatan sejarah


Musa I (1280-1337 M) adalah Mansa kesepuluh, (Mansa diterjemahkan sebagai "Raja segala raja" atau "Kaisar"), di Kekaisaran Mali yang kaya. Pada saat  Mansa Musa bertahta, Kekaisaran Mali terdiri dari wilayah sebelumnya milik Kekaisaran Ghana dan Melle (Mali) dan beberapa daerah sekitarnya. Musa memegang banyak gelar, seperti Emir Melle, Penguasa tambang Wangara dan Penakluk Ghanata, Futa-Jallon dan setidaknya selusin lainnya.

Musa digambarkan memegang nugget emas dan tongkat emas di Atlas Catalan 1375

Namanya juga muncul sebagai Kankou Musa, Kankan Musa, dan Musa Kanku, yang berarti "Musa, putra Kankou". Penyebutan lainnya adalah Mali-koy Kankan Musa, Gonga Musa  dan Singa Mali.



Garis Keturunan dan aksesi ke tahta

Apa yang diketahui tentang raja-raja dari Kekaisaran Mali diambil dari tulisan-tulisan ulama Arab, termasuk Al-Umari, Abu-Sa'id Utsman ad-Dukkali, Ibn Khaldun, dan Ibn Battuta. Menurut sejarah yang komprehensif dari Ibn - Khaldun tentang raja-raja Mali, kakek Mansa Musa adalah Abu-Bakr (Kata arab untuk kata Bogari, nama asli tidak diketahui - Bukan Abu Bakar sahabat Rasul), saudara dari Sundiata Keita, pendiri kekaisaran Mali sebagaimana dicatat melalui sejarah lisan. Abu-Bakr tidak naik takhta, dan anaknya, ayah Musa, Faga Laye, tidak memiliki signifikansi dalam Sejarah Mali.

Mansa Musa naik tahta melalui praktik penunjukan deputi/wakil ketika raja bepergian ke luar negeri seperti haji ke Mekkah atau pelawatan lainnya, dan jika raja tidak pulang, maka deputi ini menjadi ahli waris atau raja baru. Menurut sumber-sumber primer, Musa diangkat menjadi wakil dari Abubakari II, raja sebelumnya, yang sempat dikabarkan memulai sebuah ekspedisi untuk menjelajahi batas Samudera Atlantik, dan tidak pernah kembali. Cendekiawan Arab-Mesir Al-Umari mengutip Mansa Musa sebagai berikut:

Penguasa yang mendahului saya tidak percaya bahwa tidak mungkin untuk mencapai ujung laut yang mengelilingi bumi (Samudera Atlantik). Dia ingin mencapainya dan bertekad untuk mewujudkan keinginannya. Jadi dia mengirim dua ratus perahu penuh orang, dan juga penuh dengan emas, air dan logistik yang cukup untuk beberapa tahun. Ia memerintahkan sang kapten tidak kembali sampai mereka telah mencapai ujung laut, atau sampai ia kehabisa logistik dan air. Jadi mereka memulai perjalanan mereka. Mereka tidak kembali untuk waktu yang lama, dan, akhirnya hanya satu perahu yang kembali. Ketika ditanya, kapten kapal yang kembali tersebut menjawab: "Wahai Raja, kami berlayar untuk waktu yang lama, sampai kami melihat di tengah-tengah laut sungai besar yang mengalir sangat deras. Perahu saya adalah yang terakhir; perahu lain yang di depan saya, dan mereka tenggelam dalam pusaran air besar dan tidak pernah keluar lagi. Saya berlayar kembali untuk melarikan diri saat ini". Namun Sultan tidak percaya padanya. Ia memerintahkan dua ribu kapal harus disiapkan untuk dia dan anak buahnya. Lalu ia berikan kekuasaan pada saya untuk jangka waktu ketidakhadirannya, dan berangkat dengan anak buahnya. Ia tidak pernah kembali atau tidak ada tanda-tanda ia masih hidup.



Perjalanan Haji nya

Musa adalah seorang Muslim yang taat dan ingin berhaji ke Mekkah, perintah Allah sesuai dengan inti ajaran Islam. Perjalanan haji nya inilah yang membuatnya terkenal di seluruh Afrika Utara dan Timur Tengah. Ia akan menghabiskan banyak waktu untuk mendorong pertumbuhan Islam di kerajaannya setelah hajinya.

Musa berziarah/berhaji di tahun 1324, keberangkatannya dilaporkan mencakup 60.000 orang, 12.000 pelayan yang masing-masing membawa emas batangan empat pon, bentara mengenakan sutra, serta kuda-kuda kuat yang terorganisir. Musa menyediakan semua kebutuhan rombongannya selama perjalanan, termasuk akomodasi untuk seluruh rombongannya dan hewan-hewan. Juga di laporkan bahwa Musa membawa 80 unta, yang masing-masing membawa antara 300 pon benda-benda yang terbuat dari emas. Dia membagi-bagikan emas yang dia bawa kepada orang miskin yang ia temui sepanjang perjalanannya. Musa tidak hanya memberikan emasnya ke kota-kota yang ia lewati dalam perjalanannya ke Mekkah, termasuk Kairo dan Madinah, tetapi juga menukar emas dengan souvenir. Selain itu, dilaporkan juga bahwa ia membangun masjid setiap hari Jumat.


Perjalanan Musa didokumentasikan oleh beberapa saksi mata di sepanjang rutenya, yang kagum dengan kedermawanannya dan rombongan hajinya yang besar, dan catatan mengenai perjalanan haji Musa ini ditemukan di berbagai sumber, termasuk jurnal, akun lisan dan sejarah. Musa diketahui telah mengunjungi Sultan Mamluk Al-Nasir Muhammad di Mesir pada bulan Juli 1324.

Tindakan murah hati Musa, bagaimanapun, secara tidak sengaja menghancurkan perekonomian daerah. Di kota-kota Kairo, Madinah dan Mekkah, dengan banjirnya banyak emas secara tiba-tiba ini, mendevaluasi nilai emas mereka hingga 12 tahun berikutnya. Harga barang-barang pun meningkat sangat tinggi. Untuk memperbaiki pasar emas, Musa meminjam semua emas yang bisa dia bawa dari para pemberi pinjaman di Kairo, dengan bunga tinggi. Ini adalah satu-satunya masa yang tercatat dalam sejarah bahwa satu orang dapat mempengaruhi harga emas di timur tengah.

Selama bertahun-tahun setelah kunjungan Mansa Musa, orang-orang biasa di jalan-jalan Kairo, Mekkah dan Baghdad berbicara tentang ziarah yang megah ini. Ziarah yang menyebabkan devaluasi emas di Timur Tengah selama 12 tahun.

Selama perjalanan pulang yang panjang dari Mekkah pada tahun 1325, Musa mendengar berita bahwa pasukannya telah merebut kembali Gao. Sagmandia, salah satu jenderalnya, memimpin upaya tersebut. Kota Gao telah berada dalam kekuasaan kerajaan sejak sebelum pemerintahan Sakura dan yang penting - meskipun sering memberontak - ini adalah pusat perdagangan. Musa membuat jalan memutar dan mengunjungi kota di mana ia menerima, sebagai sandera, kedua anak raja Gao, Ali Kolon dan Suleiman Nar. Dia kembali ke Niani dengan dua anak laki-laki tersebut dan kemudian mendidik mereka di istananya. Ketika Mansa Musa kembali, ia membawa banyak sarjana Arab dan arsitek.



Pembangunan di Mali


Musa memulai program pembangunan besar-besaran, mendirikan masjid-masjid dan madrasah-madrasah di Timbuktu dan Gao. Yang paling terkenal adalah pusat belajar kuno, Madrasah Sankore atau Universitas Sankore dibangun pada masa pemerintahannya. Di Niani, ia membangun Hall of Audience, bangunan yang dihubungkan dengan pintu interior ke istana kerajaan. Ini adalah "Monumen Mengagumkan" yang diatapi oleh kubah, dihiasi dengan warna arabesque yang mencolok. Jendela-jendela lantai atas yang dilapisi dengan kayu dan dibingkai dalam foil perak, sedangkan jendela-jendela di lantai bawah dilapisi dengan kayu yang dibingkai dalam emas. Seperti Masjid Agung, struktur kontemporer dan megah di Timbuktu, Aula dibangun dari batu yang dipotong.

Selama periode ini, ada peningkatan kesejahteraan di kota-kota utama Mali. Sergio Domian, seniman dan arsitektur terpelajar Italia, menulis sebagai berikut tentang periode ini:

"Beliau meletakkan dasar peradaban urban. Pada puncak kekuasaannya, Mali memiliki setidaknya 400 kota, dan interior dari Delta Niger sangat padat dengan penduduk."



Pengaruh di Timbuktu

Tercatat bahwa Mansa Musa melakukan perjalanan melalui kota-kota Timbuktu dan Gao dalam perjalanan ke Mekah, dan membuat mereka menjadi bagian dari kerajaan ketika ia kembali sekitar tahun 1325. Ia membawa arsitek dari Andalusia dan Kairo untuk membangunkannya istana kerajaan di Timbuktu dan Masjid Djinguereber yang besar yang masih berdiri hingga saat ini.

Timbuktu segera menjadi pusat perdagangan, budaya dan Islam; Barang-barang pasar dibawa pedagang dari Hausaland, Mesir dan kerajaan Afrika lainnya. Sebuah universitas didirikan di kota (dan juga di kota-kota Mali seperti Djenné dan Ségou), dan Islam menyebar melalui pasar dan universitas, membuat Timbuktu menjadi tujuan baru untuk pendidikan Islam. Berita mengenai kekayaan kota-kota kekaisaran Mali itu menyebar melintasi Mediterania ke Eropa selatan, di mana para pedagang dari Venesia, Granada, dan Genoa segera menambahkan Timbuktu ke peta mereka untuk memperdagankan barang-barang manufaktur yang ditukar dengan emas.

Sankore, Timbuktu

Masjid Djinguereber

Universitas Sankore di Timbuktu menghasilkan tenaga-tenaga baru untuk pemerintahan Musa, seperti ahli hukum, astronom dan matematikawan. Universitas ini menjadi pusat pembelajaran dan budaya, menggiring cendekiawan Muslim dari seluruh Afrika dan Timur Tengah untuk pergi ke Timbuktu.

Micheal Palin, pembawa program BBC, sekembalinya dari Timbuktu melaporkan bahwa Masjid Agung Timbuktu "memiliki koleksi naskah-naskah ilmiah yang jelas menunjukkan planet-planet mengelilingi matahari. Naskah-naskah tersebut bertanggal kembali ratusan tahun ... Hal ini adalah bukti yang meyakinkan bahwa para ulama dari Timbuktu tahu lebih banyak daripada rekan-rekan mereka di Eropa masa itu". Lebih lanjut ia melanjutkan dengan mengatakan "Pada abad ke-15 di Timbuktu, matematikawan tahu tentang rincian gerhana, tahu hal-hal yang yang orang eropa harus menunggu sampai 150 hingga 200 tahun untuk mengetahuinya, yaitu saat Galileo dan Copernicus datang dengan perhitungan yang sama yang malah menjadikan mereka dimusuhi saat itu" (Palin 2002) .
Pada tahun 1330, kerajaan Mossi menyerang dan menaklukkan kota Timbuktu. Namun Musa cepat merebut kembali Timbuktu dan membangun sebuah benteng batu dan menempatkan tentara untuk melindungi kota dari serbuan lain di masa depan. Meskipun istana Musa telah lenyap, universitas dan masjid masih berdiri di Timbuktu hingga hari ini.



Kematian

Kematian Mansa Musa sangat diperdebatkan di kalangan sejarawan modern dan ulama Arab yang mencatat sejarah Mali. Bila dibandingkan dengan masa pemerintahan penerusnya, putranya Mansa Maghan (memerintah 1332-1336) dan kakaknya Mansa Suleyman (memerintah 1336-1360), maka masa pemerintahan Musa adalah 25 tahun, diperkirakan mangkatnya di tahun 1332. Catatan lain menyatakan Musa berencana untuk memberikan takhtanya kepada putranya Maghan, tapi ia keburu meninggal setelah ia kembali dari Mekah pada tahun 1325. Namun menurut akun dari Ibn Khaldun, Mansa Musa masih hidup ketika kota Tlemcen di Aljazair ditaklukkan pada tahun 1337, dimana ia mengirim utusan ke Aljazair untuk mengucapkan selamat kepada pemenang atas kemenangan mereka.



Warisan

Program pembangunan Mansa Musa menyebabkan ekspansi intelektual dan ekonomi yang berlanjut hingg ke bagian akhir Abad Pertengahan, dengan memperkuat kekuatan ekonomi Mali dan membangunnya sebagai pusat intelektual penting, menarik pelajar-pelajar dari jauh. Mansa Musa juga dikreditkan membantu kelahiran arsitektur Sudano-Sahel dan penyebaran Islam di Afrika Barat. Kekuatan militer Mali membuat Mali menjadi kekuatan militer yang paling kuat di benua itu, hanya disaingi oleh Maroko dan Mesir. Warisan yang paling menonjol dari Musa adalah perjalanan hajinya, yang tidak hanya menyebabkan inflasi ekonomi di Mediterania, tapi mungkin secara tidak langsung memberikan dukungan keuangan untuk renaissance Italia


Jika Kekayaan Musa dikonversikan dengan nilai sekarang, maka kekayaannya akan berjumlah 400 miliar dollar amerika, yang membuatnya menjadi orang terkaya di dunia dalam sejarah yang tercatat. Ironisnya saat ini Mali termasuk salah satu negara miskin ...



Baca Juga:






Source: Wikipedia

Monday, 5 May 2014

April 2014 adalah Bulan Gempa Besar?


April 2014 adalah Bulan Gempa Besar?

Gempa bermagnitude 6.0 yang mengguncang Tokyo senin pagi dan 6,0 yang mengguncang utara Thailand dan Myanmar senin sore hari ini, 5 Mei 2014, menjadi pengingat bagi kita betapa aktifnya tanah yang tampaknya padat di bawah kita.



Dan pengingat ini telah menjadi semakin sering. Rata-rata, dunia hanya melihat satu atau dua gempa bumi per bulan yang besarnya 6,5 atau lebih tinggi.

Tapi bulan April lalu, tercatat lebih banyak gempa yang lebih tinggi dari peristiwa seismik normal, sebagaimana terungkap dalam video time-lapse yang luar biasa dibawah ini.

Gempa bumi terjadi setiap hari, dan seperti yang animasi ini tunjukkan, gempa-gempa kecil terjadi setidaknya sekali satu jam.

Menurut Pusat Peringatan Tsunami Pasifik (Pacific Tsunami Warning Center disingkat PTWC), yang mengeluarkan peringatan tsunami, ada 13 gempa bumi besar pada bulan April 2014. Lima lebih tinggi dari 7,8, yang mendorong peringatan tsunami.

Gempa bumi sedang sampai besar biasanya kurang umum atau jarang, tapi bulan lalu telah menciptakan sebuah rekor, menurut PTWC.

Video time-lapse dibawah membawa kita pada sebuah perjalanan semua gempa bumi dari ukuran menengah hingga besar yang tercatat, berlangsung dari Januari hingga April tahun ini.

Awalnya Bumi tampak relatif tenang sampai tanggal 1 April, ketika sebuah gempa berkekuatan besar 8,2 mengguncang Chile utara.


Dari sana, Bumi terus diguncang dengan gempa besar lain yang melanda Kepulauan Solomon di Pasifik Selatan.

Aktivitas ini tidak terjadi semua bulan. Tapi yang menarik, menurut PTWC, adalah banyaknya gempa lain yang bukan bagian dari dua kelompok besar ini .

Ada gempa-gempa yang terisolasi yang lebih besar dari normal di seluruh dunia, seperti di Nikaragua, Meksiko, Kanada, dan bahkan salah satu yang sangat tidak biasa yaitu di Atlantik Selatan.

PTWC tidak memberikan indikasi apa yang mungkin berada di balik perubahan besar dalam aktivitas seismik ini.


Animasi ini diakhiri dengan ringkasan peta yang menunjukkan semua gempa bumi pada periode empat bulan ini.



Daftar Gempa Bumi dengan magnitude diatas 6,0 pada Bulan April 2014


Pertanyaannya adalah: apakah bulan-bulan berikut di tahun ini akan bertambah banyak gempa-gempa besar yang terjadi? Mari kita tunggu dan lihat bersama-sama ....

__________________________________________________________________________________________________

Semakin mendekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya). (QS 21:1)


Baca Juga:





Jalur Kereta Api yang Mengelilingi Kota Paris


Jalur Kereta Api yang Mengelilingi Kota Paris

Melingkar di dalam dinding kota Paris adalah jalur kereta api yang tak terpakai yang pernah menghubungkan lima jalur kereta api utama kota itu. Selesai pada tahun 1852, Chemin de fer de Petite ceinture sebagian telah ditinggalkan sejak tahun 1934 dan benar-benar ditinggalkan seluruhnya selama beberapa tahun terakhir. Trek dan beberapa stasiun tetap utuh, meskipun masa depannya masih menjadi perdebatan hingga saat ini.



Chemin de fer de Petite ceinture yang berarti "Sabuk Jalan Kereta Api Kecil", mulai dibangun tahun 1848 sebagai sarana pengangkutan pasukanyang tersebar di sekitar benteng utama kota. Pada saat revolusi terjadi di Perancis dan di seluruh Eropa, militer menjadi semakin bergantung pada jaringan kereta api yang saat itu berkembang.


Rel-rel kereta api Perancis awalnya membentang menuju keluar kota Paris seperti jari-jari roda. Lima perusahaan bersaing memonopoli rute, masing-masing enggan untuk membangun koneksi dengan jalur saingan. Akibatnya, penumpang harus naik ke Paris untuk berganti kereta sebelum menuju ke tujuan akhir mereka.



Kondisi tersebut membuat frustasi terutama bagi militer Perancis, dan Chemin de fer de Petite ceinture adalah usaha untuk mengatasi masalah tersebut. Maka dibangunlah jalur melingkar yang menghubungkan stasiun-stasiun yang ada dengan stasiun utama kota.


Setelah tahun-tahun berlalu, penumpangpun berangsur-angsur menurun dan jalur ini sebagian besar ditutup antara tahun 1924 dan 1934. Hanya satu cabang (Ligne d' Auteuil) yang tetap digunakan dan ditenagai listrik pada tahun 1925. Inipuni akhirnya ditutup 60 tahun kemudian . . Jalur ini kemudian jarang digunakan dan sekarang benar-benar ditinggalkan.


Masa depan Chemin de fer de Petite ceinture masih belum jelas. Proposal untuk mengaktifkan kembali jalur kereta api ini sebagai bagian dari trem (dikenal sebagai Jalur 3) tidak membuahkan hasil, dan penggemar kereta api telah melobi untuk melindungi jalur kereta api ini dan stasiun yang tersisa sebagai bagian dari warisan nasional Perancis.


Tidak seperti negara-negara lain - seperti Inggris - di mana ribuan mil infrastruktur rel kereta api yang tidak digunakan telah dicabut pada tahun 1960an, jalan kereta api Perancis ini sering diganti dengan besi yang lebih baru. Jadi kenyataannya adalah, meskipun Chemin de fer de Petite ceinture mungkin tidak diperlukan, tetapi ini merupakan bagian penting dari sejarah Paris yang menarik bagi khalayak yang lebih luas daripada sekadar penjelajah perkotaan.






Baca Juga:






Source: Wikipedia

Sunday, 4 May 2014

Pohon yang Mengeluarkan Darah


Pohon yang Mengeluarkan Darah

Pohon-pohon ini jika dipotong akan berdarah-darah! Apakah pohon ini jelmaan manusia atau hewan?



Pterocarpus angolensis adalah jenis jati asli Afrika selatan, dikenal dengan berbagai nama seperti Kiaat, Mukwa, dan Muninga. Jati ini juga disebut pohon kayu darah (Bloodwood), dinamakan demikian karena pohon ini mengeluarkan getah yang berwarna mirip dengan warna darah. Jika batang atau cabang pohon di potong atau digores, maka akan menetes cairan merah tua, hampir seperti anggota tubuh hewan atau manusia yang dipotong.

Getah merah ini digunakan secara tradisional sebagai pewarna dan di beberapa daerah dicampur dengan lemak hewan untuk membuat kosmetik untuk wajah dan tubuh. Getah ini juga diyakini penduduk setempat memiliki sifat magis untuk menyembuhkan masalah yang berkaitan dengan darah, mungkin karena kemiripannya dengan darah. Pohon ini juga digunakan untuk mengobati berbagai kondisi medis seperti kurap, luka tusukan, masalah mata, malaria, demam blackwater, masalah perut dan untuk meningkatkan pasokan ASI.


Kayunya digunakan untuk membuat furniture berkualitas tinggi, karena dapat dengan mudah diukir, di lem dan di sekrup dengan baik serta menyerap cat yang baik. Kayu ini juga hanya mengalami sedikit penyusutan saat pengeringan dari kondisi hijau. Karena semua kualitas ini, bersama dengan daya tahan yang tinggi, membuatnya sangat cocok untuk pembuatan kapal, kano dan lantai kamar mandi.



Karena nilai yang besar terhadap masyarakat adat dari Afrika tengah dan selatan, pohon-pohon ini sedang dipanen pada tingkat yang tidak berkelanjutan yang menyebabkan penurunan dalam beberapa dekade terakhir.


Pohon Bloodwood tumbuh hingga setinggi 12 sampai 18 meter, memiliki kulit kasar coklat gelap, mahkotanya yang berbentuk payung mengenakan bunga kuning sehingga terlihat indah.


Baca Juga:






Source

Babi Berbulu Domba


Babi Berbulu Domba

Di Indonesia dikenal istilah "Serigala berbulu Domba" yang mengacu pada orang jahat yang berpura baik. Bagaimana dengan barang haram berpura halal? Apakah layak disebut "Babi berbulu Domba"? Ternyata babi berbulu mirip domba memang benar-benar ada!



Mangalitsa atau mangalica adalah jenis langka babi asal Hungaria yang memiliki pertumbuhan yang tidak biasa dengan rambut keriting pada tubuhnya, yang sangat mirip dengan yang ada pada domba. Bulunya bisa hitam, atau merah, tapi yang paling sering adalah pirang. Satu-satunya jenis babi lainnya yang terkenal karena memiliki mantel panjang adalah Lincolnshire Curly Coat of England yang sekarang sudah punah. Mangalica adalah babi terakhir yang ada dengan bulu yang tidak biasa ini, dan babi mangalica juga nyaris punah di tahun 1990-an, ketika hanya ada kurang 200 babi jenis ini yang masih hidup.

Perkembangbiakan dari Mangalitsa dimulai pada tahun 1830-an di Kekaisaran Austro-Hungaria setelah Archduke Joseph Anton Johann, anak ketujuh dari Kaisar Romawi Suci Leopold II, menerima beberapa babi Sumadija dari seorang pangeran Serbia, dan kemudian mengawin silangkan mereka dengan babi Bakony dan Szalonta, yang menghasilkan Mangalitsa dengan rambut keritingnya dan cenderung untuk memiliki berat yang besar. Awalnya babi ini disediakan untuk keluarga kerajaan Habsburg, tetapi karena rasanya yang dianggap oleh orang eropa sangat lezat, maka mangalitsa menjadi sangat populer sehingga pada akhir abad ke-19, mangalitsa adalah babi utama yang diternakkan di Eropa.


Mangalitsa tidak memerlukan perawatan khusus dan mudah gemuk. Bahkan, Mangalitsa adalah salah satu babi tergemuk di dunia dengan kandungan lemak 65% sampai 70 % dari berat tubuhnya. Dari awal abad ke-19 hingga 1950 itu adalah babi jenis yang paling populer di Hungaria . Lemak, bacon dan salaminya banyak dicari dan dijual orang di pasar Eropa. Lemak babi dari Mangalitsa juga digunakan sebagai lemak untuk memasak, produksi lilin, sabun dan kosmetik. Ini adalah waktu sebelum minyak nabati diperkenalkan. Bahkan pelumas industri dan bahan peledak juga menggunakan lemak babi ini.

Lemak babi jatuh nilainya pada pertengahan abad ke-20 ketika orang-orang tahu bahwa lemak jenuh berbahaya bagi kesehatan. Peteernakan babi mangalitsa dengan cepat menurun dan digantikan dengan bibit yang tumbuh lebih ramping dan lebih cepat dengan lebih banyak daging dan sedikit lemak. Pada akhir tahun 1970-an bbi Mangalitsa di Austria hanya bisa ditemukan di Taman Nasional dan Kebun Binatang, dan hanya ada kurang dari 200 ekor induk babi di peternakan Hongaria.

Tapi di pertengahan 1980-an minat untuk pengembang biakan Mangalitsa diperbaharui dan pada tahun 1994, Hungarian National Association of Mangalica Pig Breeders didirikan untuk melindungi perkembang biakan babi ini. Selama 20 tahun berikutnya, sosis mangalica tradisional dengan paprika manis telah tersedia di pasar Hungaria lagi.







____________________________________________________________________________________________________

Bagi Muslim, apapun jenis babinya dan selezat apapun daging babi itu dikatakan, tetap saja haram.
Dan hewan babi memang dikenal sebagai sumber atau penyebar berbagai virus penyakit, meskipun ini bukan alasan utama kita mengharamkannya. Alasan utamanya adalah karena Tuhan telah mengharamkannya bagi kita.


Baca juga:







Source:

Pohon Judas


Pohon Judas

Cercis siliquastrum, umumnya dikenal sebagai pohon Yudas, adalah sebuah pohon gugur kecil dari Eropa Selatan dan Asia Barat yang terkenal karena tampilan produktif bunga merah muda-nya yang mendalam di musim semi. Spesies ini merupakan pohon kecil dengan tinggi hingga 12 meter dan lebar 10 meter.



Bunga-bunga merah muda yang mendalam diproduksi pada pertumbuhan tahun atau lebih tua, termasuk batang di akhir musim semi (kauliflori). Daun muncul segera setelah bunga pertama muncul. Spesies ini memiliki bentuk puncak tumpul, yang kadang-kadang memiliki kedudukan dangkal di ujung berbentuk hati. Pohon itu menghasilkan buah datar panjang yang menggantung vertikal. Bunga-bunga yang dapat dimakan dan konon memiliki rasa manis-asam.

Ada mitos lama bahwa Yudas Iskariot gantung diri di pohon spesies ini. Keyakinan ini terkait dengan nama umum "pohon Yudas", yang mungkin adalah derivasi rusak/rancu dari nama umum pohon ini dalam bahasa Perancis, yaitu Arbre de Judee, yang sebenarnya berarti pohon Yudea, mengacu pada daerah perbukitan di daerah di mana pohon ini sangat umum.










Baca Juga:




Source: Wikipedia