Wednesday, 30 April 2014

Misteri Ratusan Batu yang Tersebar di Padang Rumput Mongolia


Misteri Ratusan Batu yang Tersebar di Padang Rumput Mongolia

Sepanjang padang rumput Mongolia utara dan selatan Siberia, tersebar ratusan lempeng batu besar dengan ukiran misterius yang tampaknya menggambarkan rusa terbang. Bagi para penggemar UFO dan alien tentu dengan senang hati menghubungkannya dengan kunjungan alien di masa lalu ... ^_^



Dikenal sebagai Batu Rusa (reindeer stone), lempengan-lempengan batu ini berdiri setinggi 3 sampai 15 meter dan berada dalam kelompok-kelompok kecil, atau terkonsentrasi dalam kelompok yang lebih besar, sering terkait dengan gundukan makam batu, yang disebut Khirigsuur.

Ada lebih dari 900 batu rusa di Asia Tengah dan Selatan Siberia, dan 700 nya berada di Mongolia. Fitur-fitur monumental ini diyakini awalnya didirikan oleh perantau Zaman Perunggu, sekitar 3000 tahun yang lalu.

Batu rusa biasanya dibangun dari batu granit atau Greenstone, tergantung pada yang paling melimpah di daerah sekitarnya. Fitur rusa adalah yang paling menonjol dalam hampir semua batu rusa. Batu-batu rusa yang lebih awal memiliki gambar rusa yang sangat sederhana, dan seiring waktu, desainnya meningkat menjadi lebih rinci. Batu-batu rusa yang dibuat selisih 500 tahun dari batu-batu rusa lainnya, akan menampilkan penggambaran rusa yang lebih rumit dan rinci. Rusa digambarkan terbang di udara, bukan hanya berjalan di darat. Kadang-kadang rusa membawa disk matahari atau lambang lainnya yang berhubungan dengan matahari di tanduk mereka.

Rusa dan matahari adalah asosiasi yang sangat umum dalam perdukunan Siberia. Tato pada prajurit yang dikuburkan mengandung gambar rusa, menampilkan tanduk rusa yang dihiasi dengan kepala burung kecil. Citra Rusa - Matahari - Burung ini mungkin melambangkan transformasi spiritual dari bumi ke langit, atau dari kehidupan duniawi ke kehidupan surgawi. Gambar-gambar rusa juga muncul dalam tato prajurit hidup, yang mungkin menandakan bahwa rusa diyakini menawarkan perlindungan dari marabahaya. Teori lain mengatakan bahwa spirit rusa adalah pemandu bagi jiwa prajurit menuju surga.




Batu Rusa yang menampilkan wajah manusia seperti ini juga sangat langka










Baca Juga:





Source:

Jalan dengan Pepohonan Berbaris di Kedua Sisi Terpanjang di Dunia


Jalan dengan Pepohonan Berbaris di Kedua Sisi Terpanjang di Dunia

Cedar Avenue of Nikko, di kota Nikko, Jepang, membentang 37 km dan di kedua sisinya berbaris sekitar 13.000 pohon cedar, yang dikenal sebagai Sugi. Jalan ini telah tercantum dalam "The Guinness Book of World Records" sebagai jalan dengan pohon-pohon di kedua sisi terpanjang di dunia, dan luarbiasanya jalan ini dibuat hampir 400 tahun yang lalu.




Pohon-pohon cedar ditanam selama periode 20 tahun mulai dari tahun 1625 sebagai jalan menuju kuil Toshogu di Nikko oleh Matsudaira Masatsuna, seorang tuan tanah yang mengabdi pada Tokugawa Ieyasu. Setelah Tokugawa Ieyasu meninggal pada tahun 1616, Masatsuna Matsudaira mulai melakukan pembangunan kui Toshogu Nikko, dan ia mulai menanam pohon cedar Jepang di sepanjang jalan utama yang mengarah ke Nikko. Diperkirakan sekitar 200.000 pohon cedar ditanam pada saat itu. Sayangnya, penebangan besar-besaran untuk pembangunan jalan ini kemudian, serta paparan gas buang kendaraan yang terus menerus, telah merusak pohon-pohon dan mengurangi jumlah mereka, hingga kini hanya tinggal 13.000 pohon.


Pada Periode Edo, Jalan Cedar ini berada di bawah kendali Nikko bugyō (Hakim), dan dirawat dengan baik. Setiap kali ada pohon layu atau tumbang, maka aparat desa diwajibkan untuk memberitahu ke kantor hakim. Pohon yang rusak hanya bisa ditebang setelah mendapat izin petugas dari Hakim, dan diwajibkan untuk menanam bibit di tanah kosong di mana pohon tumbang tersebut pernah berdiri. Pada saat yang sama, desa-desa yang berada di sepanjang jalan, bertanggung jawab untuk perbaikan jalan, penyiangan pohon, dan menjaga agar seluruh Cedar Street tetap bersih dan asri.


Saat kebijakan modernisasi Pemerintah Meiji, pembangunan besar-besaran dilaksanakan secara nasional. Selama periode ini, ribuan pohon ditebang untuk pemeliharaan jalan. Selain itu, ada rencana yang disusun untuk menerapkan logging skala penuh dari Cedar Street untuk tujuan rekonstruksi keuangan, tapi untungnya ini dapat dihindari.


Saat ini, Cedar Avenue of Nikkō adalah kekayaan budaya dan satu-satunya yang ditunjuk oleh Pemerintah Jepang sebagai Situs Bersejarah Istimewa sekaligus sebagai Monumen Alam Istimewa.




Baca Juga:





Source

Tuesday, 29 April 2014

Gambar 3D dari Nebula IC 1396


Gambar 3D dari Nebula IC 1396

Kita telah banyak melihat gambar-gambar nebula dari NASA maupun ESA. Namun biasanya atau semua gambar yang kita lihat adalah gambar 2 dimensi. Tidak ada yang 3 dimensi. Nah, AMJG menemukan sebuah gambar 3D dari sebuah nebula yang cukup cantik.

Sedikit lebih dari 2000 tahun cahaya jauhnya, menuju konstelasi Cepheus, adalah tempat di mana bintang-bintang dilahirkan. Nebulanya, sebuah awan gas raksasa, disebut IC 1396. Awan gas ini membentang lebih dari seratus tahun cahaya , sihangga meskipun berada pada jarak yang luar biasa jauh dari kita, nebula ini lebih lebar dari enam Bulan penuh di langit kita.

Astrophotographer Finlandia JP Metsävainio mengamati IC 1396 dan mengambil gambarnya. Tapi dia tidak puas hanya melakukan hal itu. Dia sudah pernah membuat gambar 3D untuk beberapa waktu, dan memutuskan bahwa ini mungkin menjadi kesempatan yang baik untuk membuat model struktur nebula, dan kemudian membuat sebuah animasi GIF dibawah ini:


Ya, gambar ini adalah animasi 3D dari sebuah nebula. Namun, gambar 3D ini tidak benar-benar menunjukkan struktur 3D dari nebula ini. Ini hanya perkiraan atau tebakan berdasarkan berbagai asumsi tentang bagaimana nebula ini berbentuk. JP memecah gambar menjadi lapisan-lapisan, membuat model permukaan, kemudian memetakan kembali semuanya ke dalam frame yang berbeda dilihat dari sudut yang berbeda. Dia kemudian menempatkan semua frame bersama-sama untuk membuat animasi GIF diatas.

Struktur 3D dari nebula mungkin tidak benar-benar seperti ini, tapi tetap saja ini luar biasa ... dan memberikan kita 'rasa bentuk' dan komposisi dari awan gas. Bintang di tengah adalah sumber pengion (yang mengionisasi); yaitu, bintang muda besar yang panas yang menyemburkan sinar ultraviolet, dan itulah yang membuat nebula bercahaya. Pita gelap adalah filamen debu yang menyerap cahaya optik (jenis cahaya yang kita lihat). Banyak dari mereka tampaknya menunjuk ke arah pusat bintang. Itu karena gumpalan padat materi terlihat seperti kepala mereka, dan itulah yang sedang "dimakan" habis oleh cahaya dan angin kencang dari bintang panas. Materi dari gumpalan ini akan ditiup menjauh dari bintang, seperti gundukan pasir di sungai. Ini adalah struktur yang sangat umum di nebula seperti ini.

Satu hal yang cukup akurat adalah bagaimana gas di pedalaman berwarna biru, dan merah di luar. Nebula ini dahulunya lebih penuh dengan gas, tetapi saat bintang mulai lahir di dalamnya, angin bintangpun bertiup membentuk rongga. Namun rongga ini tidak benar-benar kosong: beberapa gas tetap ada di dalam, dan kedekatannya dengan bintang pusat memungkinkan gas oksigen yang berada di dalam bersinar biru. Lebih jauh, cahaya bintang terlalu lemah untuk membuat oksigen bercahaya, sehingga semua yang kita lihat adalah cahaya kemerahan dari hidrogen.

Sebuah bintang terang tepat di atas nebula adalah mu Cephei, bintang super raksasa merah, salah satu bintang paling terang di galaksi Bima Sakti - mungkin lebih dari 300.000 kali lebih cemerlang dari Matahari! Tapi bintang ini tidak pada jarak yang sama seperti nebula meskipun dalam animasi diatas tetap tampak lebih dekat .

Inilah gambar asli nebula dalam 2D :

Indah, bukan?

Pembuatan gambar menjadi 3D ini adalah model yang menarik, dan benar-benar menakjubkan. Namun nilai ilmiah nya mungkin sangat sedikit - ini lebih cenderung kepada seni daripada ilmu pengetahuan, karena struktur yang kita lihat adalah murni tebakan. Bagaimanapun itu tetap sangat indah ...


Baca Juga:





Source: Bad Astronomy

Pacu Jawi - Memacu Sepasang Sapi


Pacu Jawi - Memacu Sepasang Sapi

Pacu jawi atau dapat disebut balapan sapi dalam bahasa Indonesia adalah sebuah atraksi permainan tradisional yang dilombakan di kabupaten Tanah Datar, provinsi Sumatera Barat, Indonesia.



Setiap tahun, lomba balap sapi ini diselenggarakan secara bergiliran selama empat minggu di empat kecamatan di kabupaten Tanah Datar, yaitu kecamatan Pariangan, kecamatan Rambatan, kecamatan Lima Kaum, dan kecamatan Sungai Tarab.

Pacu jawi telah ada sejak ratusan tahun lalu, yang pada awalnya merupakan kegiatan yang dilakukan oleh petani sehabis musim panen untuk mengisi waktu luang sekaligus menjadi sarana hiburan bagi masyarakat setempat.

Berbeda dengan karapan sapi di pulau Madura yang diselenggarakan di lintasan yang kering, pacu jawi di kabupaten Tanah Datar diselenggarakan di sawah-sawah milik masyarakat setempat sehabis panen dan dalam kondisi berlumpur. Uniknya, sepasang sapi hanya berlari sendiri tanpa lawan, bukan dengan pasangan lawan sebagaimana layaknya perlombaan. Dimana, penilaiannya adalah lurus atau tidak lurusnya sepasang sapi dalam berlari, disamping penilaian waktu tempuh lintasan.

Selain itu, kegiatan ini juga dipadukan dengan tradisi masyarakat setempat, seperti penampilan tarian dan permainan alat musik tradisional.


Seetiap joki mengendarai sepasang sapi (atau jawi dalam bahasa Minang) yang diapit oleh peralatan pembajak sawah sambil memegang tali dan menggigit ekor kedua sapi. Dimana seorang joki akan dibekali alat bajak pacu yang terbuat dari bambu sebagai alat berpijak sewaktu perlombaan dimulai. Alat tersebut merupakan salah satu peralatan yang digunakan oleh petani untuk membajak sawah. Kedua ekor sapi harus digigit ketika akan membuat lari sapi lebih cepat, semakin kuat ekor kedua sapi itu digigit, semakin cepat pula sapi itu berlari.

Pemenang pacu jawi adalah yang sepasang sapinya dapat berlari paling lurus tanpa sedikitpun berbelok hingga ke garis akhir atau garis finish. Biasanya dalam satu perlombaan akan terlihat banyak sapi yang berbelok, bahkan adapula yang berpindah ke sawah lain.











Baca Juga:




 Source: Wikipedia

Top 10 Hewan Darat Tercepat di Dunia


Top 10 Hewan Darat Tercepat di Dunia

Daftar top 10 hewan darat tercepat memiliki entri baru, dan entri baru tersebut menduduki nomor satu, menurut sebuah studi baru-baru ini. Berdasarkan penelitian Rubin dan Wright, serangga lain, seperti semut dan spesies tungau lainnya, layak masuk pada daftar hewan darat tercepat. Data yang ada sekarang sebenarnya cukup sedikit. Saat ini, Rubin dan peneliti lain terus mempelajari seberapa cepat hewan dapat bergerak. Dan inilah daftar Top 10 hewan darat tercepat yang diketahui saat ini




10. Lipan Rumah
Lipan rumah  dengan kaki-kaki mereka yang banyak, benar-benar bisa bergerak cepat. Mereka diketahui dapat bergerak hingga 420 mm per detik. Jika mereka seukuran manusia, maka kecepatannya ini akan menjadi sekitar 67,5 km per jam.




9. Antelope Blackbuck
Antelope blackbuck, asli India, telah tercatat dapat berlari hingga 80 km per jam. Sayangnya, karena hewan jantan spesies ini memiliki tanduk yang indah, menyebabkannya menjadi salah satu trofi hewan yang paling populer dikalangan pemburu.




8. Singa
Singa ini difoto ketika sedang berburu warthogs di koridor barat Serengeti. Singa bisa berlari hingga 80 km per jam. Kebanyakan kucing besar dan kucing rumah juga adalah pelari cepat. 




7. Antelop Pronghorn
Antelop pronghorn dapat berlari hingga 88,5 km per jam, dan dapat mempertahankan kecepatan ini lebih lama dari cheetah. Kecepatan tinggi lebih lama dari cheetah ini dapat menyelamatkan hewan ini dari cheetah dan kucing besar lainnya yang ingin memangsanya, setidaknya dalam keadaan tertentu.




6. Springbok
Springbok adalah antelope-gazelle berukuran sedang yang berwarna coklat dan putih di barat daya Afrika. Hewan ini mencapai kecepatan hingga 99,7 km per jam dan dapat melompat hingga 4 meter di udara.




5. Cheetah
Cheetah adalah hewan darat tercepat dalam hal kecepatan absolut (tidak memperhitungkan ukuran). Mereka dapat berlari hingga mencapai kecepatan 121 km per jam dan dapat berakselerasi ke kecepatan 100 km per jam dalam tiga detik.




4. Kecoak
Tidak begitu mengherankan manusia mengalami kesulitan saat mengejar kecoa. Kecoa Amerika telah tercatat mampu bergerak 5,5 km per jam, yaitu sekitar 50 kali panjang tubuhnya per detik. Itu sebanding dengan manusia yang berkecepatan 338 km per jam.




3. Wind Scorpion
Wind Scorpion (kalajengking angin) bukan benar-benar kalajengking, melainkan adalah arakhnida yang memiliki kekerabatan dengan laba-laba, tungau, kutu dan kalajengking yang sebenarnya. Kalajengking angin dapat bergerak hingga mencapai laju 16 km per jam, yang sama dengan beberapa lusin kali panjang tubuhnya per detik.




2. Kumbang Harimau Australia
Kumbang harimau Australia inilah yang kemaren menduduki posisi nomor satu sebagai hewan tercepat sebelum adanya penemuan baru mengenai adanya hewan yang lebih cepat darinya. Menurut Rubin dan penasehatnya Jonathan Wright, yang adalah seorang profesor biologi di Pomona College, top speed dari kumbang harimau Australia adalah 171 kali panjang tubuhnya per detik. Itu lebih dari 22 kali kecepatan mantan pelari Olimpiade Michael Johnson.




1. Paratarsotomus macropalpi
Tungau Paratarsotomus macropalpi, meskipun ukurannya tidak lebih besar dari biji wijen, baru-baru ini tercatat berjalan dengan kecepatan hingga 322 kali panjang tubuhnya per detik, sebuah ukuran kecepatan yang mencerminkan seberapa cepat hewan bergerak relatif terhadap ukuran tubuhnya, yang jika diekstrapolasi ke dalam ukuran manusia, kecepatan tungau ini setara dengan orang yang bergerak kira-kira 2100 km per jam. Sebagai perbandingan, cheetah yang bergerak pada kecepatan 100 km per jam hanya mencapai 16 kali panjang tubuhnya per detik. Lihat videonya disini



Baca Juga:





Source

Monday, 28 April 2014

Machu Picchu


Machu Picchu

Machu Picchu adalah sebuah situs Inca abad ke-15 yang terletak di punggung bukit antara pegunungan Huayna Picchu dan Machu Picchu di Peru. Situs ini berada di ketinggian 2.430 meter di atas permukaan laut di lereng timur Andes dan menghadap sungai Urubamba yang berada ratusan meter di bawahnya.



Pelestarian situs yang sangat baik, kualitas arsitektur, dan pemandangan alam pegunungan membuat Machu Picchu menjadi salah satu situs arkeologi yang paling terkenal di dunia saat ini. Situs ini mencakup 32.500 hektar. Terasering di tepi situs, dahulu digunakan untuk menanam tumbuh-tumbuhan pangan, kemungkinan jagung dan kentang.

Pada tahun 1911, penjelajah Hiram Bingham III, seorang profesor di Yale University, mengunjungi situs tersebut dan menerbitkan keberadaannya untuk pertama kalinya. Saat ditemukan, situs ini hampir tertutup oleh vegetasi. Bangunan-bangunannya dibuat tanpa mortar (khas Inca), batu-batu granit yang dipakai untuk membangun, digali dan dipotong dengan cermat dan presisi.

Ketika Bingham menemukan situs ini dia sebenarnya sedang mencari Vilcabamba, ibukota terakhir Inca sebelum kekalahan terakhir mereka di tangan Spanyol pada tahun 1572.

Machu Picchu ditemukan utuh, karena tampaknya tidak pernah dikunjungi oleh penjajah Spanyol. Bahkan, satu-satunya referensi yang mengacu ke situs dalam dokumen Spanyol adalah penyebutan kata "Picchu" dalam dokumen tahun 1568, yang menyiratkan bahwa situs ini adalah milik kaisar Inca.




Istana Peristirahatan Seorang Kaisar
Machu Picchu diyakini telah dibangun oleh Pachacuti Inca Yupanqui, penguasa kesembilan Inca, pada pertengahan 1400-an. Pachacuti memprakarsai serangkaian penaklukan yang akhirnya wilayah kekuasaan Inca tumbuh membentang dari Ekuador ke Chili.

Banyak arkeolog percaya bahwa Machu Picchu dibangun sebagai Istana peristirahatan kaisar, kehadiran perumahan elit di sektor timur laut dari situs mendukung ide ini. Situs ini digunakan oleh kaisar dan keluarganya untuk beristirahat sementara. Situs ini dihuni oleh sejumlah kecil perawat dan pelayan sepanjang tahun. Contoh lain dari tempat peristirahatan kaisar dan keluarganya, juga ditemukan di Peru.

Bangunan ditengah yang agak bulat adalah Kuil Matahari


Menariknya, tempat tinggal kaisar sendiri tampaknya berada di bagian barat daya dari situs, jauh dari tempat tinggal para elit lainnya. Sebuah bangunan yang saat ini dikenal sebagai "Kuil Matahari" berdekatan dengan tempat tinggal kaisar.

Tempat tinggal kaisar memiliki taman, kamar mandi pribadi dan bahkan toilet pribadi - satu-satunya toilet pribadi di situs. Sebuah tangga melintas di samping tempat tinggal kaisar, dan mengarah ke plaza (alun-alun di bawah).

Meskipun Machu Picchu memiliki dinding, gerbang sederhana dan parit kering (mungkin digunakan untuk mengumpulkan air hujan) namun tampaknya situs ini tidak dibangun dengan tujuan militer, dan tidak ada bukti pertempuran apapun pernah terjadi disini.


Kuil Matahari
Machu Picchu memiliki sejumlah struktur yang meningkatkan signifikansi spiritual dari situs. Salah satunya adalah "Kuil Matahari" atau Torreon, memiliki desain elips mirip dengan kuil matahari yang ditemukan di ibukota Inca, Cuzco. Kuil ini terletak di dekat tempat tinggal kaisar Inca di Machu Picchu.

Kuil Matahari

Sebuah batu terletak di dalam kuil dan mungkin dulunya adalah altar. Selama solstice bulan Juni matahari terbit bersinar langsung ke salah satu jendela kuil, dan ini menunjukkan keselarasan antara jendela, batu dan sinar solstice dari matahari.

Di bawah kuil terdapat sebuah gua, terbentuk secara alami, yang menurut Bingham adalah "makam kerajaan" meskipun hanya ada sedikit bukti bahwa gua ini pernah digunakan sebagai makam. Sebuah batu yang dipahat menjadi tangga terletak di dekat pintu masuk gua dan ruang bawah tanah yang mungkin melayani fungsi keagamaan.


Kuil Principal & Intihuatana
Serangkaian struktur keagamaan terletak di barat laut dari situs, berbatasan dengan plaza. Salah satu bangunan, dijuluki "Kuil Principal" berisi altar batu berukir. Ketika diekskavasi oleh Bingham, ditenemukan bahwa kuil ini memiliki lapisan pasir putih, sesuatu yang juga terlihat di kuil-kuil di Cuzco, ibukota Inca.

Kuil Principal (bangunan bawah) dan batu Intihuatana atas

Sebuah bangunan yang berdekatan dengan Kuil Principal dikenal sebagai "Kuil Tiga Jendela" dan berisi sejumlah besar pecahan gerabah, sengaja dihancurkan saat ritual.

Tapi mungkin teka-teki terbesar di Machu Picchu adalah sebuah batu besar, di beri nama "Intihuatana" oleh Bingham. Batu besar ini terletak di sebuah platform yang ditinggikan diatas plaza. Tujuannya masih menjadi perdebatan. Penelitian terbaru menyanggah gagasan bahwa batu itu bertindak sebagai sebuah jam matahari. Mungkin batu itu digunakan untuk pengamatan astronomi dari beberapa bentuk. Batu itu juga dihubungkan dengan gunung-gunung yang mengelilingi Machu Picchu.

Batu Intihuatana

Runtuhnya Machu Picchu
Machu Picchu tidak bertahan lama setelah runtuhnya Kekaisaran Inca. Pada abad ke -16 Spanyol tampil di Amerika Selatan, malapetaka menimpa Inca seiring kampanye militer yang dilakukan oleh conquistador. Pada tahun 1572, dengan jatuhnya ibukota Inca terakhir, kekuasaan Kekaisaran Inca pun beakhir. Machu Picchu, sebuah tempat peristirahatan yang sekali dikunjungi oleh kaisar, juga mulai ditinggalkan, dan tak terawat sejak saat itu. Machu Picchu baru diketahui keberadaannya oleh dunia luar sekitar 400 tahun kemudian. Dan saat ini, situs ini masuk dalam daftar situs Warisan Dunia.










Baca Juga: